Salah satu fase hidup yang mungkin agak sulit untuk dijalani adalah menghadapi kenyataan, entah itu kenyataan baik terlebih jika itu kenyataan buruk. Hidup adalah sebuah proses, dan proses tidak melulu menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan yang kita harapkan, itu yang harus kita tanamkan ketika kita berdiri diatas pijakan orientasi hasil.
Akan berbeda rasanya jika kita menjadi seseorang yang mampu untuk senantiasa berpijak diatas orientasi proses. Menjalani proses dengan optimal, memberi warna atas setiap proses yang dijalani, dan selalu berlapang dada pada hasil yang akan dihadapi.
Kita memang pemegang kendali atas hidup kita, setidaknya kita memang memiliki kontribusi atas hidup kita kedepannya. Ada sebuah quotation yang pernah gw baca [sorry, lupa sumbernya] bahwa “Kesuksesan itu 50%-nya diraih dari berfikir positif dan 50%-nya lagi tentunya atas kerja keras”, artinya ketika kita telah mampu berfikir positif terhadap apapun, kita tinggal mengupayakan 50%-nya lagi untuk menjadi manusia sukses, atau sebaliknya.
Ada dua faktor yang berperan dari quote itu, tangible factor dan intangible factor atau faktor yang terukur dan faktor yang tidak terukur. Kadang kita berkutat hanya pada satu faktor saja, faktor yang terukur saja misalnya bekerja keras tanpa berfikir positif atau faktor yang tidak terukur saja seperti senantiasa berfikir positif untuk mendapatkan kesuksesan tanpa kerja keras dalam pencapaian. Ingat, kedua faktor tersebut memiliki kontribusi yang sama besar.
Gw punya temen, dia berfikir bahwa ada jutaan masalah yang berkecamuk dalam hidupnya. Status Facebook-nya ngga lebih cuma umpatan-umpatan terhadap hidup yang dia lalui, seperti “F*ck my life” atau “I Hate myself”, bahkan yang terburuk misalnya, “I even do not believe whether God exist, karena Dia ngga pernah memberi petunjuk atas masalah gw”.
My oh my, semoga kita semua dijauhkan dari hal-hal seperti itu. Dia bahkan sudah seakan menjadi Hakim sebelum penghakiman Tuhan.
Satu hal yang sebaiknya kita pahami bersama bahwa Tuhan punya cara yang tidak pernah kita sangka-sangka dalam memberikan kebahagiaan, Dia tidak akan pernah memberikan ujian melebihi batas kuasa kita. Lakukan yang terbaik dalam hidup kita, syukuri apa yang telah Dia berikan dan hadapi kenyataan dengan senantiasa berlapang dada serta terus berfikir positif terhadap-Nya dalam do’a.
*si Cutbray lagi kemasukan malaikat… jangan kaget yah, hahahaha….*
Who is ‘Otak Cutbray’ ?
Andi Cihuy
Gw ini orangnya serba nanggung, ngga jelek cakep iya ‘dikit’, ngga pinter tapi ya ngga bego-bego amat, ngga rajin males iya ‘dikit’. Lagi bete banget sama berat badan yang cenderung terus naik tak terkontrol, belum |
Andi Cihuy


















7 komentar:
eh tapi beneran kok kalo baca status fesbuk yg none other than complaining gw jg lama2 jadi ngaca dg diri sendiri apa gw seburuk itu tidak tahu berterima kasih untuk setiap hembusan napas yg sudah diberi, utk hal2 kecil yang kadang kita anggap tidak berarti
btw punya fanpage toh ternyata heheheheheh daaan gw baru tahu kalo gw cerewet nomor 7 ya....
*manggukmangguk* yeaahhh betull-betull...
petuah bijakmu selalu cocok buat aku... :)
paling susah adalah mikir positif
mungkin ogut juga salah satu orang yg bisa maki" hidup sendiri...tapi belum pernah sih sampe mojokin Tuhan gitu XD
M :
Gw juga kadang suka lupa bersyukur M... :)
makasih ya dah sering komen, jadi masuk dalam list bloggerfriend yang cerewet :)
Bre :
*nyengir kuda*
masa sih bre... hihihihi...
Clara :
Sama-sama belajar untuk ngga me-maki2 hidup lagi yuk ra... karena pada saat memaki itu kita jadi kaya umat yang ngga bersyukur :)
gue suka banget postingan iniiii.. terlebih paragraf terakhir.. bener2 bisa bikin gue berpikir dan sedikit kuat disaat lg ga banget kaya skrg ini *LOH KOK CURCOL LG??!!*
hihihihi
hahahaha.... panio :P
smangadhhh.....
sayangnya ga bisa bang.... makanya tulisan ini ada :)
Face the truth :)
Poskan Komentar